Dengan membaca, memahami, kemudian menikmati apa yang di baca saat ini, anda akan memperoleh sesuatu dari apa yang dibaca itu ? Apa itu? Sesuatu itu dapat berupa rasa kegembiraan, kesedihan, hal-hal yang mengharukan, menegangkan, mendebarkan dan mungkin membuat anda tersenyum atau tertawa, dan lain sebagainya yang dapat dirasakan.
Rasa kegembiraan dapat diperoleh bila membaca sesuatu yang isinya memberikan kegembiraan bagi diri anda. Misalnya membaca SMS dari kekasih anda yang isinya menyatakan kediaannya menerima cinta anda.
Begitu pula dengan hal-hal yang membuat diri anda sedih, terharu, tegang dan mendebarkan, ini dapat dirasakan disaat membaca cerita yang menyedihkan. Dengan membaca andapun dapat dibuat tersenyum atau tertawa oleh apa yang dibaca itu, seperti membaca tulisan-tulisan yang bernada humor atau yang menggelitik hati anda. Bukankah demikian ?
Kalau anda seorang pelajar atau mahasiswa, seringkali memperoleh nasihat dari guru atau dosen, untuk memanfaatkan waktu senggang dengan banyak membaca buku, terutama buku-buku yang banyak menunjang studi . Adalah mustahil seorang pelajar atau mahasiswa dapat berprestasi dengan baik tanpa mau banyak membaca. Sebab belajar tanpa membaca tak ubahnya dengan seseorang yang meraba-raba di dalam gelap. Apalagi kita sebagai makhluk yang normal memiliki dua mata yang utuh. Mereka yang tunanetra saja berkeinginan untuk membaca. Jadi jelas ada hal positif yang kita peroleh dari kegiatan membaca itu, tapi bukan hanya sekedar membaca saja.
Melalui membaca kita dapat memperoleh manfaat dari apa yang kita baca itu, antara lain :
a. Dapat lancar berbicara, karena menguasai susunan kalimat.
Jika kita banyak membaca buku atau surat khabar, paling tidak akan memperoleh kata-kata atau kalimat-kalimat yang belum pernah kita temui sebelumnya. Dengan memperoleh kata-kata baru itu, maka perbendaharaan kata kita semakin bertambah. Begitu pula , kita dapat mengetahui susunan kalimat yang baik dan enak dibaca. Sehingga bila kita berdialog dengan lawan bicara, kita dapat berbicara lancar tanpa harus berpikir banyak bagaimana menyusun kalimat yang baik untuk diucapkan pada lawan bicara itu. Percakapan yang dilakukan pun tidak akan menyinggung perasaannya. Dengan demikian pembicaraan menjadi lebih komunikatif dan lancar.
b. Dapat mengembangkan kekuatan berpikir.
Semakin banyak membaca, semakin banyak masalah yang didapat, dan semakin banyak kita berpikir untuk memecahkannya. Orang yang banyak membaca punya wawasan berpikir yang luas, ia banyak mengetahui apa-apa yang dapat ia ketahui dari hasil membacanya itu.
Membaca sebuah buku, misalnya, memungkinkan kita mengenal dan mengetahui serta memahami kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain, perjuangan orang lain, keberhasilan atau kesuksesan orang lain dan sebagainya. Sehingga apa yang telah dibaca itu dapat menggugah hati untuk berpikir bagaimana mereka berjuang, bagaimana mereka dapat berhasil, mengapa mereka gagal dan lain sebagainya. Namun perlu diingat, bahwa dalam bertindak kita harus berpikir dulu secara matang dan penuh pertimbangan agar tidak salah langkah.
c. Dapat mengembangkan seni menulis.
Dari kegiatan membaca, seseorang akan mampu mengembangkan daya kreasinya ke dalam tulisan. Seseorang yang suka membaca puisi, cerita atau novel, hatinya mungkin termotivasi sehingga berkeinginan menjadi penulis atau pengarang. Seseorang yang gemar membaca puisi misalnya, lambat laun akan mencoba untuk menulis puisi sendiri, karena ia tidak puas hanya membacakan puisi karya orang lain.
d. Dapat menambah ilmu dan ketrampilan
Melalui membaca buku, seseorang dapat menangkap pendirian, pendapat atau konsep orang lain, dan juga kemampuan seseorang untuk menyampaikan sikap, pendapat atau pendiriannya melalui media tulisan.
Misalnya dahulu belum tahu siapa yang pertama kali menemukan kertas. Akan tetapi setelah banyak membaca buku, barulah kita mengetahui , bahwa yang menemukan kertas adalah “ Ts’ai Lun “ bangsa China, pada tahun 175 Masehi. Dari situ jelas bahwa membaca dapat menambah ilmu dan pengetahuan.
Orang yang banyak membaca juga akan memiliki banyak ketrampilan.Misalkan sebagai seorang remaja putri yang punya hobi memasak, dan senang membaca resep makanan yang beraneka itu. Setelah membaca, berkeinginan mencoba mempraktekkannya, lambat laun ketrampilan memasaknya akan bertambah, sehingga dapat julukan ahli masak memasak.
e. Dapat merubah prilaku.
Dengan membaca, seseorang dapat merubah prilakunya. Bila dulu bersikap pasif maka kini bisa berubah menjadi dinamis atau sebaliknya. Atau perubahan dari pesimis menjadi optimis. Bagi seorang yang mengalami frustasi, membaca buku tentang akibat dan cara menanggulangi frustasi, mungkin akan membuat ia bangkit lagi semangatnya karena ia menyadari akan kekurangannya. Perubahan yang diperolehnya itu membuat ia lebih kreatif dan berprilaku yang positif.
Karena itu tumbuhkanlah minat baca bagi diri anda sedini mungkin, sebab kesadaran membaca tidak datang dari dorongan orang lain, akan tetapi lebih banyak pada kesadaran diri sendiri. Apabila membaca sudah merupakan menu sehari-hari anda dan membudaya dalam jiwa, tidak mustahil cakrawala anda akan luas dan berkembang. Selamat membaca !**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar