Kamis, 01 Desember 2011

Kejarlah Ilmu hingga ke Negeri China

KOMPAS.com - Ingin melanjutkan studi di luar negeri? Jika tak ingin jauh-jauh ke Eropa atau Amerika, negara-negara Asia juga bisa menjadi pilihan. Seperti kata pepatah, "Kejarlah ilmu hingga ke Negeri China", maka, mengapa tidak memilih negara ini? Perkembangan China saat ini mampu membuat dunia tercengang. Kepala Konsultan Pendidikan Cerdas Bangsa College Prof Maharani PhD mengatakan, China berhasil mengirim astronot ke luar angkasa, keberhasilan percobaan rudal China menembak jatuh satelit yang tidak dipakai, hingga keberhasilan membangun stasiun luar angkasa. "China juga tercatat berhasil menggelar perhelatan besar seperti Olimpiade, keberhadilan ekonomi, keberhasilan China yang menjadi juara satu dalam semua bidang ujian yang diselenggarakan PISA, bahkan melebihi AS, Singapura, Jepang, Jerman, Korea, dan negara lainnya. Padahal, ini kali pertama China ikut ujian ini," papar Prof Maharani, Selasa (22/11/2011), di Jakarta. Kemajuan-kemajuan yang berhasil diciptakan Negeri Tirai Bambu ini, menurutnya, mendorong banyak orang dari berbagai negara untuk mencari peluang ke negara tersebut, terutama dalam bidang bisnis. "Perkembangan di China saat ini adalah perkembangan terpenting dalam abad ini. Kita semua sadar atau tidak sadar sedang melihat perubahan di China yang akan sangat memengaruhi peradaban dunia di millennium mendatang. Karena itu, sangatlah penting kita menyiapkan langkah-langkah yang mantap guna mengantisipasi dan memposisikan diri di jalur yang benar sehingga fenomena bukan menjadi rintangan bagi kita tapi malah menjadi keuntungan dengan segala peluang yang ditawarkan," ujar Maharani. Untuk berburu peluang di sana, yang perlu diketahui adalah bahwa bahasa Mandarin merupakan satu-satunya sarana agar dapat ikut menikmati perkembangan ekonomi di China secara penuh. "Oleh karena itu, studi ke China saat ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dunia, termasuk masyarakat Indonesia," ujarnya. Apa saja keuntungan studi ke China? Ada enam keuntungan yang bisa diraih pelajar internasional di negara tersebut. Pertama, kualitas pendidikan di China teris berkembang dan meningkat pesat. Pemerintah setempat juga menaruh perhatian dan mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk sektor pendidikan. Kedua, kesempatan membangun network yang lebih luas, karena para pelajar berasal dari berbagai negara, termasuk yang berasal dari China sendiri. Networking ini kelak akan menjadi aset yang sangat berharga saat akan membangun karir atau berbisnis sendiri. Ketiga, menambah wawasan. Sebab, pelajar bisa melihat sendiri perkembangan yang ada di negara tersebut. Termasuk, mengetahui mengenai kebiasaan dan gaya hidup masyarakat setempat. Keempat, prospek kerja yang lebih baik karena kesempatan kerja yang luas setelah kita menguasai bahasa Mandarin. Kelima, memiliki kesempatan untuk memelajari bahasa Mandarin secara cepat, dan dengan pengucapan yang akurat. Dan keenam, biaya pendidikan yang murah dan berkualitas. Bahkan, biaya pendidikan lebih murah jika dibandingkan dengan beberapa universitas lokal. Study in China Exhibition 2011 Ingin mengetahui lebih jauh tentang studi di China? Cerdas Bangsa College sebagai China Education Consultant, yang merupakan perwakilan resmi dari berbagai universitas terkemuka di China, akan menggelar Study in China Exhibition 2011 (SICE 2011) pada tanggal 26-27 November, di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Acara ini akan berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga 20.00 WIB. Sejumlah universitas unggulan seperti Beijing Language and Culture College, Beijing Jiaotong University, Jinan University, HuaQiao University, Chongqing University, Hunan Normal University, HuaDong International High School, Beijing University, Beijing Normal University, BeiHang University, Shanghai Normal University, University of International Business and Economics, dan lain-lain, akan berbagi informasi mengenai studi di negara tersebut. Nah, bagi Anda yang berencana mempelajari bahasa Mandarin, melanjutkan SMA di China, melanjutkan ke S1, S2 dan S3, bisa berburu informasi di pameran ini. Pilihan jurusan di China sangat luas, sangat banyak disiplin ilmu yang bisa diambil. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Pada kesempatan ini, pengunjung juga bisa berkonsultasi dengan para konsultan Cerdas Bangsa College yang bergerak di bidang pendidikan Mandarin. Lembaga ini di bawah asuhan Prof.Maharani Phd yang menjalani pendidikan selama 12 tahun di China untuk jenjang pendidikan S1, S2, dan S3. Dengan berkonsultasi, calon siswa tidak akan menyesal di kemudian hari karena telah salah memilih studi.

U N SMP dan SMA/SMK APRIL 2012

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pelajar SMA/MA dapat mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi ujian nasional (UN) 2012. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis, Rabu (30/11/2011), UN 2012 untuk tingkat SMA/MA akan digelar pada 16-19 April 2012. Sementara UN susulan akan dilaksanakan 23-16 April 2012. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012 dan UN susulan berlangsung pada 30 April-4 Mei 2012. Adapun, untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012 dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. Pengumuman hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB, dan SMALB pada 2 Juni 2012, sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi. Dalam jumpa pers kemarin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, Ujian Nasional (UN) 2012 tetap akan digelar. Kritik dan pandangan yang disampaikan sejumlah pihak terhadap pelaksanaan UN, menurut dia, tidak perlu diperdebatkan lagi. Ia mengungkapkan, hal yang lebih substansial untuk didiskusikan adalah bagaimana agar pelaksanaan UN berjalan lebih baik.

Jumat, 09 September 2011

SOAL - SOAL PKN KELAS 7 SEMESTER GANJIL

BAB I. NORMA-NORMA YANG BERLAKU DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA. 
A. PETUNJUK : 1. Copylah soal-soal berikut ke Microsof Word 
                           2. Jawablah soal-soal tersebut dengan baik dan benar 
   3. Jangan lupa memberi namamu , kelas dan nomor Absen. 
    4. Kumpulkan tugas ini pada guru bidang studi PKn secepatnya. 5. Selamat mengerjakan. B. SOAL_SOAL: 1. Aturan-aturan yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin disebut…. 2. Istilah TATA yang berasal dari bahasa Arab disebut…. 3. Istilah TATA yang berasal dari bahasa latin disebut… 4. Menurut isinya Norma itu berwujud……… dan …….. 5. Macam-macam Norma yang berlaku dalam masyarakat ada empat yaitu… a. Norma…. b. Norma…. c. Norma…. d. Norma….. 6. Peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan yang Maha Esa disebut… 7. Peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia disebut…. 8. Peraturan yang timbul dan diadakan oleh masyarakat sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga saling hormat menghormati disebut… 9. Sopan santun, tata karma atau adat istiadat sering disebut juga norma…. 10. Kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu karena akibat-akibatnya dipandang baik disebut… 11. Kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik disebut…. 12. Norma yang bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia adalah norma… 13. Norma yang hanya berlaku khusus bagi segolongan masyarakat tertentu adalah norma… 14. Tingkah laku dalam masyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai sesuatu hal yang sama dan dianggap sebagai aturan hidup disebut…. 15. Kebiasaan-kebiasaan social yang sejak lama ada dan telah turun temurun dengan maksud mengatur tata tertib disebut…. 16. Peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan Negara disebut…. 17. Hukum yang dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis disebut… 18. Himpunan petunjuk hidup atau perintah-perintah dan larangan-larangan yang mengatur tata tertib dalam masyarakat yang seharusnya ditaati oleh seluruh anggota masyarakat disebut…. 19. Unsur-unsur hukum ada 4 yaitu…. a……………………………………………………. b. ………………………………………………….. c. …………………………………………………… d……………………………………………………. 20. Ciri-ciri hukum ada 2 yaitu : a. ……………………………………………….. b. ………………………………………………… 21. Tujuan hukum secara umum sebagai berikut : a. ……………………………………………….. b. ……………………………………………….. c. ………………………………………………. 22. Tujuan pokok dari hukum adalah…………. 23. Menurut bentuknya hukum dibedakan menjadi 2 yaitu ……………. Dan ……………………….. 24. Hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan perundangan disebut hukum……….. 25. Hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat tetapi tidak tertulis disebut….. 26. Menurut isinya hukum dapat dibagi dua yaitu………….. dan………….. 27. Hukum yang mengatur hubungan –hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain, dengan menitik beratkan kepada kepentingan perseorangan disebut….. 28. Hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat-alat perlengkapan atau hubungan antara Negara dengan perseorangan (warga Negara) disebut… 29. Hukum Publik terdiri dari : a. ………………………………… b. ……………………………….. c. ………… ……………………… d. ……………………………….. 30. Hukum yang mengatur bentuk dan susunan pemerintah suatu Negara serta hubungan kekuasaan antara alat-alat perlengkapan satu sama lain, dan hubungan antara Negara (pemerintah pusat ) dengan bagian-bagian Negara (daerah) disebut hukum…. 31. Hukum yang mengatur cara-cara menjalankan tugas (hak dan kewajiban) dari kekuasaan alat-alat perlengkapan Negara disebut hukum…. 32. Hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dan memberikan hukuman (pidana) kepada siapa yang melanggar serta mengatur bagaimana cara-cara mengajukan perkara-perkara ke muka pengadilan disebut hukum….. 33. Hukum yang mengatur hubungan warga suatu bangsa dengan warga Negara lain dalam hubungan internasional disebut hukum….. 34. Negara Indonesia adalah Negara hukum, hal ini tertuang dalam UUD 1945 pasal…. 35. Hak hidup , hak atas perlindungan diri dan hak untuk disiksa diatur dalam UUD 1945 pasal… 36. Seseorang yang tinggal disuatu tempat disebut….. 37. Seseorang yang memiliki ikatan seseorang secara hokum dengan Negara Indonesia disebut…. 38. Orang-orang bangsa Indonesia asli atau orang asing yang disahkan menjadi warga Negara berdasarkan ketentuan undang-undang disebut…. 39. Orang asing yang ingin menjadi warga Negara Indonesia harus mengajukan permohonan kepada Presiden dan memenuhi syarat tertentu disebut…… 40. Pasal 4 dan 5 UU.RI No.12 tahun 2006 tentang……. 41. Akibatnya jika banyak pelanggaran terhadap norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan yang berlaku adalah…. 42. Norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan yang berlaku dapat diterapkan dalam kehidupan di …………………………, di…………………………., di……………………….dan dalam………………………. 43. Penerapan norma, adat istiadat dan peraturan yang beralaku itu pada dasarnya berkaitan dengan penggunaaan……. Dan pemenuhan………… 44. Manusia itu adalah makluk social yang dikodratkan hidup dalam kebersamaan dengan sesame di masyarakat, menurut Aristoteles, manusia itu disebut dengan istilah………………………….. 45. Suatu keadaan yang dikenakan kepada yang melanggar norma disebut………. To SMP Kartika II-2 Bandar Lampung

Senin, 04 Juli 2011

Belajar Matematika Asyik dengan "Metode Gasing"

KOMPAS.com — Banyak cara yang bisa digunakan agar anak menyukai dan mudah mengerjakan soal Matematika. Anggapan Matematika sulit bisa jadi karena metode pembelajarannya yang membuat anak susah memahami pelajaran ini. Ada sebuah metode yang bisa membuat Matematika menjadi menyenangkan, namanya Metode Gasing, yang merupakan singkatan dari gampang, asyik, dan menyenangkan. Sesuai dengan namanya, metode ini menggunakan cara unik untuk memudahkan anak mengerjakan soal-soal Matematika.

"Matematika dengan Gasing sebenarnya sangat sederhana dan mudah, semua orang bisa, semua orang tahu," kata tokoh Sains dan Matematika, Yohannes Surya, di Jakarta.

Secara gamblang ia menjelaskan bagaimana Gasing dapat membuat seorang anak mampu memahami soal-soal Matematika dengan cara mencongak (menghitung di luar kepala). Selain itu, metode ini mengajak anak-anak untuk terbiasa dengan cara menghitung yang terbalik. Misalnya, untuk penjumlahan dua digit, dimulai dari satuan terbesarnya.

"Misalnya 37 ditambah 26, kita menjumlahkan dulu angka 3 dengan angka 2 dan ditambah satu, berarti 6. Baru kemudian menjumlahkan 7 dengan 6, yaitu 13. Tapi tulis saja 3, karena angka 1 sudah ditulis di depan. 37 ditambah 26 itu hasilnya 63. Lebih cepat," jelasnya.

"Anak akan terbiasa mengerjakan soal Matematika dengan cara mencongak. Jadi, semua soal Matematika bisa dikerjakan di luar kepala, artinya tidak menulis dan menghitung jari," ujar pria yang juga pendiri Surya Institute ini.

Anak yang ingin menggunakan metode ini harus memenuhi syarat kunci terlebih dahulu. Syaratnya, menguasai penjumlahan 1 sampai 20. "Misalnya 9 ditambah 7, harus langsung cepat menjawab 16. Selain itu, tentunya juga menguasai perkalian 1 sampai 10. Setelah itu baru bisa ngebut mengerjakan soal-soal yang lain. Dua digit, tiga digit, atau berapa pun tidak dikerjakan dengan menyusun ke bawah (ditulis). Semua harus dilakukan di luar kepala," ujarnya

3 Trik Membaca Buku Lebih Efektif

KOMPAS.com - Punya banyak koleksi buku? Masih ingatkah Anda, buku apa saja yang pernah dibaca dan apa inspirasi yang Anda dapatkan dari buku itu? Jika Anda menjawabnya, "Aduh, sudah lupa", atau bahkan sama sekali tak ada kesan dari buku yang Anda baca, bisa jadi, cara membaca yang diterapkan selama ini tidak efektif. Penulis buku "101,5 Inspirasi Kecerdasan Emosional Anak Muda" yang juga pakar EQ, Anthony Dio Martin membagi 3 cara yang bisa diterapkan untuk membaca secara efektif dan mendapatkan manfaat dari apa yang Anda baca. Apa saja triknya?
Pertama, terapkanlah teknik membaca kontemplatif. "Ketika membaca buku, jangan dari awal sampai akhir lewat begitu saja, kemudian lupa apa yang dibacanya,' kata Anthony, di arena Pesta Buku Jakarta 2011, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (3/7/2011).
Bagaimana cara membaca kontemplatif? Anthony menjelaskan, saat membaca buku, peganglah pensil atau pulpen. Beri catatan pada bagian yang menurut Anda menarik. Catatan itu bisa berupa komentar, ketidaksamaan pendapat atau apa pun.
"Itu kan buku Anda sendiri, tidak masalah jadi penuh coretan. Caranya, pegang buku, pegang pensil dan bolpen, corat coret. Biar saja. Kasih komentar di bagian yang dibaca. Coretan ini akan melatih, mencerdaskan pikiran Anda. Tandai, kasih komentar. Lingkari, kasih tanda seru atau memberi pendapat tentang apa yang Anda baca. Misal, anda tidak suka, tidak sependapat,dan sebagainya. Jangan biarkan buku tetap rapi," paparnya.
Trik kedua, buatlah mind mapping. Caranya, membuat garis besar isi buku setelah selesai membacanya.
Dan ketiga, berikan catatan pada notes kecil untuk mencatat ide yang muncul dari buku yang Anda baca. "Pengetahuan tidak ada artinya kalau tidak memunculkan ide. Misalnya, bikin catatan-catatan dari baca buku ini (yang dibaca), apa yang Anda dapatkan. Sebuah buku akan berkesan kalau berhasil membuat kita terinspirasi dan membuat kita punya ide untuk melakukan sesuatu," kata Anthony.

Minggu, 19 Juni 2011

Mata Pelajaran Pancasila Kembali Masuk Kurikulum

DENPASAR (LampostOnline): Nilai-nilai Pancasila dibutuhkan untuk membangun karakter bangsa. Mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) yang sebelumnya diubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) akan kembali masuk dalam mata pelajaran di sekolah.
Menteri Pendidikan Nasional M Nuh menjelaskan mata pelajaran PPKN diubah menjadi PKN sesuai amanat Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003. PKN diterapkan hingga saat ini.
"Kini mata pelajaran yang masih berkaitan dengan nilai Pancasila adalah PKN sesuai dengan kurikulum 2006," ujar M Nuh usai membuka acara "System Assesment and Benchmarking for Education Results (SABER)" di Nusa Dua, Bali, Minggu (5-6).
M Nuh menjelaskan mata pelajaran Pancasila akan kembali diterapkan dalam kurikulum. Namun, untuk mengakomodasi Pancasila ke dalam mata pelajaran membutuhkan waktu lama.
Perubahan PKN ke mata pelajaran yang mengandung nilai-nilai Pancasila perlu disiapkan secara matang termasuk pengadaan buku baru yang sesuai dengan kurikulum baru.
"Minimal butuh waktu satu tahun untuk mengganti mata pelajaran PKN menjadi mata pelajaran yang berisikan nilai-nilai Pancasila," katanya.
Saat ini, Kementerian Pendidikan Nasional sedang merumuskan mata pelajaran Pancasila melibatkan pusat-pusat studi Pancasila dan Budaya di universitas.
"Pergantian nama mata pelajaran PKN tidak mungkin pada tahun ajaran 2011/2012 . Cara yang bisa ditempuh menyelipkan Pancasila dalam PKN," terangnya.
M Nuh menjelaskan perumusan pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum penting untuk membentuk karakter siswa. Untuk membentuk dan menumbuhkan pendidikan karakter ada 3 tahapan.
Pertama, menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa semua manusia itu sama derajatnya sebagai ciptaan Tuhan. Kedua, menanamkan rasa cinta terhadap tanah air. Ketiga, menumbuhkan kecintaan itu dengan membangun kebanggaan generasi muda melalui prestasi yang membanggakan.